Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tugas Besar Teknik Komunikasi 2014

Teknik Komunikasi merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Semester dua ini, kami mendapat  tugas besar yang dikerjkan secara berkelompok. Saya mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan teman-teman saya di kelompok 5. Tema besar yang kami terima adalah “Bencana Alam”.
Adapun tugas-tugas yang akan kami selesaikan dalam tugas besar ini antara lain poster, web serta film yang bertemakan bencana alam. Kelompok kami setuju untuk membuat sub tema menggenai masalah bencana tanah longsor. Dengan tema ini kami lebih memperhatikan masalah tata guna lahan yang salah pada suatu daerah. Melalui tema ini juga kelompok saya akan menyampaikan pesan serta peringatan untuk hari-hati terhadap bahaya longsor serta melakukan pencegahan untuk tidak membangun rumah atau gedung di atas tanah yang tidak cocok untuk pembangunan.
Dimulai dari pembuatan poster, pertama-tama pada mata kuliah Teknik Komunikasi masing-masing individu disuruh untuk membuat poster sesuai dengan tema kelompok. Setiap poster harus memiliki makna dan pesan serta harus menarik dan memperhatikan komposisi warna dan gambar agar tujuan dari pembuatan poster itu dapat tercapai. Di kelompok saya, sangat banyak ide-ide poster yang kami tampilkan, tetapi semua poster yang kami buat belum ada yang memenuhi syarat untuk dijadikan poster yang baik. akhirnya kami disuruh untuk memperbaiki poster kami dan dikoordinir oleh satu orang untuk dikerjakan bersama dan dikerjakan sesuai dengan subtema kami, bencana tanah longsor.
Selanjutnya adalah membuat web. Untuk pembuatan poster dibagi menjadi dua, yaitu web kelompok dan web individu. Semua web, baik kelompok ataupun individu harus tetap disesuaikan dengan tema yang dimiliki kelompok. web kelompok dikoordinir oleh beberapa orang yang mahir dalam hal web design di kelompok saya. Dalam pembuatan web ini sangat diperlukan kemampuan dalam hal  desain grafis serta pandai dalam mengatur komposisi warna dari web tersebut. Selain hal tersebut, tujuan dari pembuatan web harus diperhatikan, mulai dari isi serta siapa orang yang akan menjadi pembaca dari web kita.
Tugas terkhir ini adalah tugas yang paling menguras waktu dan tenaga, yaitu membuat film. Tugas ini sangat memperlukan koordinasi dari semua anggota, karena tugas ini sangat membutuhkan bakat-bakat serta kemampuan dari setiap individu dalam kelompok, baik itu seseorang yang penuh imajinasi sebagai penulis skenario, kameramen, editor dan tidak terlupakan adalah aktris atau pemain dari film tersebut.
Khusus kelompok saya, ini merupakan tantangan yang berat. Bencana alam adalah tema yang sulit untuk menentukan ide cerita. Kelompok saya sempat berpikir untuk mebuat adegan banjir rob, tetapi kami berpikir adegan-adegan yang akan dimasukkan dalam film tersebut akan sulit untuk dilakukan. Akhirnya kelompok kami memutuskan untuk membuat film mengenai bencana longsor. Pembagian peran untuk tugas ini menurut saya sangat baik dan disesuaikan dengan bakat dan kemampuan dari anggota kelompok kami.

Sungguh sangat banyak rintangan yang kelompok saya hadapi dalam pembuatan film ini. Karena tema yang kami pilih adalah bencana longsor, maka kami pun harus mencari daerah longsor. Cukup memakan waktu yang cukup lama untuk mencapai lokasi tersebut. Ternyata tidak hanya itu, editor film juga sangat memakan waktu yang cukup lama. Banyak adegan yang harus di seleksi dari beberapa pengambilan gambar yang dilakukan. Belum lagi untuk mengatur durasi yang telah ditentukan, yaitu hanya 10 menit. Mungkin untuk masalah durasi film perlu diperhatikan lagi karena memang sangat sulit mengatur durasi untuk membuat film dengan cerita yang membutuhkan klimaks permasalahan serta penyelesaian cerita dengan waktu yang sangat singkat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Saya dan Planologi 2013

Senin, 26 Agustus 2013 saya sah menjadi seorang mahasiswi Universitas Diponegoro, salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia. Sungguh bangga rasanya masuk di universitas ini, apalagi saya masuk di jurusan yang benar-benar saya inginkan. Fakultas Teknik Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. Pertama kali masuk jurusan ini, rasa takut pun bermunculan dalam benak saya. Apakah saya akan dapat teman baru disini atau apakah saya bisa mengikuti pelajaran di jurusan ini?

Selama kegiatan PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan oleh jurusan, saya mulai mengenal sedikit demi sedikit tentang Perencanaan Wilayah dan Kota. Kakak-kakak senior dan dosen-dosen satu per satu mulai memberikan kami semua pengertian serta gambaran tentang apa yang akan kami pelajari di jurusan kami ini. Mulai dari pengertian jurusan kami itu sendiri serta apa-apa saja yang kami butuhkan dan harus persiapkan sebagai mahasiswa planologi.

Hari pertama masuk kuliah, Senin, 2 September 2013 saya sudah mulai mempunyai teman. Semuanya ramah-ramah dan kalau bicara sopan dan lembut, tidak seperti orang-orang yang ada di kampung halaman saya (Medan). Mata Kuliah yang pertama sekali kami pelajari adalah Bahasa Indonesia. Untuk minggu pertama, semua dosen memulai pelajaran dengan perkenalan diri dan mata kuliah yang ia ajarkan. Untuk minggu pertama rasanya kuliah itu menyenangkan.

Minggu kedua belajar di planologi, tugas mulai berdatangan. Tugas individu dan tugas kelompok mulai menyerbu. Minggu ketiga juga seperti itu, bahkan kita mulai dikejar deadline karena sering menunda-nunda tugas. Setiap mata kuliah tugas kelompok pasti menanti dan kelompoknya pasti berbeda-beda. Hal ini yang mengakibatkan kita lebih mudah untuk mengenal satu sama lain. Apalagi ditambah dengan kegiatan Soft Skill Training yang diadakan oleh senior-senior angkatan 2011 ini sangat membantu kita untuk lebih mengenal planologi dan teman-teman satu angkatan serta lebih dekat lagi dengan kakak-kakak senior.

Ujian Tengah Semester (UTS) sudah dekat. Tidak terasa sudah hampir tujuh minggu saya dan teman-teman saya sesama calon planner menghabiskan waktu di kampus planologi tercinta ini. Kekompakan antara individu yang satu dengan yang lain mulai terlihat. Sistem belajar kelompok yang diterapkan oleh dosen-dosen kami sangat membantu dalam proses pembentukan pribadi kami serta mengenal satu sama lain.

Semoga ke depannya Planologi 2013 semakin kompak, baik itu dalam mengerjakan tugas dan segala kegiatan di kampus atau pun di luar kampus. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ini Tantangan Pembangunan Perkotaan di Indonesia

Lanskap Kota Jakarta dengan gedung-gedung pencakar langit dan pemukiman penduduk, Jumat (1/3/2013). | KOMPAS/PRIYOMBODO







Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan, pemerintah masih memiliki sejumlah tantangan untuk membangun perkotaan di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di tanah air.



"Ini tantangan bagi Indonesia. Kita banyak perkotaan yang kapasitasnya kurang memadai. Kita lihat Jakarta, penduduknya 9 juta, tapi secara metropolitan Jabodetabek sudah 30 juta. Ini bagaimana sebetulnya membangun infrastruktur secara fungsional dan untuk menjaga lingkungan," kata Hermanto saat ditemui saat membuka konferensi "civil engineering" di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Hermanto memandang, masih adanya ketimpangan infrastruktur dan kebutuhan bagi masyarakat sendiri. Misalnya seperti masalah kemacetan hingga masalah banjir. Khusus masalah banjir, Hermanto melihat, masalah ini disebabkan pembangunan yang terlalu berlebihan (overcapacity). Oleh karena itu, ke depan, pemerintah akan mengedepankan pembangunan perkotaan yang ramah lingkungan serta memakai teknologi terkini yang efisien.

"Ada tekanan pada aspek lingkungan misalnya tidak memberi dampak emisi lebih tinggi, mulai dari material hingga masalah tingkat emisinya," jelasnya.

Contoh pembangunan yang sudah mengedepankan teknologi ramah lingkungan adalah beton pracetak (precast) yang diterapkan di jalan layang non-tol Casablanca dan Antasari serta beberapa gedung bertingkat di Jakarta.

"Bahkan manajemen pembangunannya itu tidak mengganggu lalu lintas pemakai jalan. Polusinya juga berkurang karena produksi precast di pabrik namun tetap tidak meninggalkan kualitas mutunya," jelasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS