Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Saya dan Planologi 2013

Senin, 26 Agustus 2013 saya sah menjadi seorang mahasiswi Universitas Diponegoro, salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia. Sungguh bangga rasanya masuk di universitas ini, apalagi saya masuk di jurusan yang benar-benar saya inginkan. Fakultas Teknik Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. Pertama kali masuk jurusan ini, rasa takut pun bermunculan dalam benak saya. Apakah saya akan dapat teman baru disini atau apakah saya bisa mengikuti pelajaran di jurusan ini?

Selama kegiatan PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan oleh jurusan, saya mulai mengenal sedikit demi sedikit tentang Perencanaan Wilayah dan Kota. Kakak-kakak senior dan dosen-dosen satu per satu mulai memberikan kami semua pengertian serta gambaran tentang apa yang akan kami pelajari di jurusan kami ini. Mulai dari pengertian jurusan kami itu sendiri serta apa-apa saja yang kami butuhkan dan harus persiapkan sebagai mahasiswa planologi.

Hari pertama masuk kuliah, Senin, 2 September 2013 saya sudah mulai mempunyai teman. Semuanya ramah-ramah dan kalau bicara sopan dan lembut, tidak seperti orang-orang yang ada di kampung halaman saya (Medan). Mata Kuliah yang pertama sekali kami pelajari adalah Bahasa Indonesia. Untuk minggu pertama, semua dosen memulai pelajaran dengan perkenalan diri dan mata kuliah yang ia ajarkan. Untuk minggu pertama rasanya kuliah itu menyenangkan.

Minggu kedua belajar di planologi, tugas mulai berdatangan. Tugas individu dan tugas kelompok mulai menyerbu. Minggu ketiga juga seperti itu, bahkan kita mulai dikejar deadline karena sering menunda-nunda tugas. Setiap mata kuliah tugas kelompok pasti menanti dan kelompoknya pasti berbeda-beda. Hal ini yang mengakibatkan kita lebih mudah untuk mengenal satu sama lain. Apalagi ditambah dengan kegiatan Soft Skill Training yang diadakan oleh senior-senior angkatan 2011 ini sangat membantu kita untuk lebih mengenal planologi dan teman-teman satu angkatan serta lebih dekat lagi dengan kakak-kakak senior.

Ujian Tengah Semester (UTS) sudah dekat. Tidak terasa sudah hampir tujuh minggu saya dan teman-teman saya sesama calon planner menghabiskan waktu di kampus planologi tercinta ini. Kekompakan antara individu yang satu dengan yang lain mulai terlihat. Sistem belajar kelompok yang diterapkan oleh dosen-dosen kami sangat membantu dalam proses pembentukan pribadi kami serta mengenal satu sama lain.

Semoga ke depannya Planologi 2013 semakin kompak, baik itu dalam mengerjakan tugas dan segala kegiatan di kampus atau pun di luar kampus. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ini Tantangan Pembangunan Perkotaan di Indonesia

Lanskap Kota Jakarta dengan gedung-gedung pencakar langit dan pemukiman penduduk, Jumat (1/3/2013). | KOMPAS/PRIYOMBODO







Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan, pemerintah masih memiliki sejumlah tantangan untuk membangun perkotaan di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di tanah air.



"Ini tantangan bagi Indonesia. Kita banyak perkotaan yang kapasitasnya kurang memadai. Kita lihat Jakarta, penduduknya 9 juta, tapi secara metropolitan Jabodetabek sudah 30 juta. Ini bagaimana sebetulnya membangun infrastruktur secara fungsional dan untuk menjaga lingkungan," kata Hermanto saat ditemui saat membuka konferensi "civil engineering" di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Hermanto memandang, masih adanya ketimpangan infrastruktur dan kebutuhan bagi masyarakat sendiri. Misalnya seperti masalah kemacetan hingga masalah banjir. Khusus masalah banjir, Hermanto melihat, masalah ini disebabkan pembangunan yang terlalu berlebihan (overcapacity). Oleh karena itu, ke depan, pemerintah akan mengedepankan pembangunan perkotaan yang ramah lingkungan serta memakai teknologi terkini yang efisien.

"Ada tekanan pada aspek lingkungan misalnya tidak memberi dampak emisi lebih tinggi, mulai dari material hingga masalah tingkat emisinya," jelasnya.

Contoh pembangunan yang sudah mengedepankan teknologi ramah lingkungan adalah beton pracetak (precast) yang diterapkan di jalan layang non-tol Casablanca dan Antasari serta beberapa gedung bertingkat di Jakarta.

"Bahkan manajemen pembangunannya itu tidak mengganggu lalu lintas pemakai jalan. Polusinya juga berkurang karena produksi precast di pabrik namun tetap tidak meninggalkan kualitas mutunya," jelasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS